Terdakwa Kasus Korupsi di Kampar Riau Kembalikan Kerugian Negara, Jaksa: Proses Tetap Lanjut

Terdakwa Kasus Korupsi di Kampar Riau Kembalikan Kerugian Negara, Jaksa: Proses Tetap Lanjut
Foto: Pihak Keluarga Terdakwa Mengembalikan Kerugian Negara ke Kejaksaan Negeri Kampar

KAMPAR - Salahsatu oknum Eks Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana makan dan minum Sekolah Negeri Unggul Terpadu (SUT) Serambi Mekah Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2016/2017 sudah mengembalikan kerugian negara dengan total Rp. 297.466.283.

Namun, kendati demikian, proses hukum tetap berlanjut ke tahap penuntutan.

"Tadi pihak keluarga (Istri) didampingi oleh pengacara mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar yang dibebankan kepada terdakwa. Uang tersebut diserahkan melalui istri atas nama Martina yang disaksikan oleh anak-anak terdakwa, " kata Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Kasi Pidsus, Amri Rahmanto, kepada Pewarta Selasa 12 Januari 2020.

Dikatakannya, uang yang diserahkan tersebut selanjutnya akan dititipkan ke Bank BRI hingga menunggu putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Hal itu dilakukan sesuai dengan amanat yang tertuang dalam putusan Pengadilan.

"Ini tertuang dalam putusan Pengadilan. Nanti setelah ada putusan, uang titipan tersebut barulah kita eksekusi dalam artian kita akan setorkan ke kas Negara, " bebernya.

Diketahui, dalam dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana makan dan minum di Sekolah Negeri Unggul Terpadu (SUT) tersebut, pihak Kejaksaan sudah ditetapkan satu orang sebagai terdakwa atas nama Sofyan, hingga saat ini terdakwa sudah menjalani sidang di Pengadilan.

"Tersangka sudah menjalani sidang dan saat ini sudah masuk dalam pemeriksaan saksi-saksi, " ujar Amri.

Menurut Amri, terkait dengan pengembalian uang itu, dirinya mengatakan hal itu tidaklah dapat menggugurkan perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa, namun ada pertimbangan khusus bagi pihak Kejaksaan untuk menentukan penuntutan serta Hakim untuk menjatuhkan pidana.

"Pengembalian uang negara ini tidak serta merta menghapuskan perbuatan terdakwa. Kita tetap berjalan sebagaimana proses persidangan, kita juga tetap membuktikan kesalahan terdakwa, namun ada pertimbangan lantaran terdakwa sudah mempunyai itikad baik, " ulas Amri.** (Yudha)

KAMPAR RIAU
Yudha Pratama

Yudha Pratama

Previous Article

Kejari Kampar Terima Pelimpahan Perkara...

Next Article

Perkara Kepemilikan 1,5 Kg Sabu di Riau,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Adhyaksa verified

Rikky Fermana

Rikky Fermana

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 6

Registered: Apr 19, 2021

Narsono Son

Narsono Son

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 3

Registered: Jul 9, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 4

Registered: Jul 17, 2020

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Adhyaksa verified

Direktur Eksekutif LBH Sumbar: Eksekusi Putusan MA Terhadap Rusmayul Anwar Gagal Kajari Pesisir Selatan Harus Dicopot
Hari Bhakti Adhyaksa Ke 61 Tahun Kejari Purwokerto Salurkan Sembako ke Warga Kurang Mampu
LBH Sumbar Desak Kejari Painan Segera Eksekusi Bupati Pesisir Selatan
Di Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61 Kejari Pangkalpinang Bagikan Paket Sembako Ke Warga Kurang Mampu

Follow Us

Recommended Posts

Tim Jaksa Tangkap Ero, Tersangka Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri
Staf Ahli Gubernur Diperiksa Sebagai Saksi Terkait Perkara Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi Oleh Perusahaan Daerah PDE Sumatera Selatan
Penyidik Serahkan 7 Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI Pada Jaksa Penuntut Umum
Penyidik Kejagung Nyatakan Lengkap 7 Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI
Dalami Perkara, 4 Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pada PT. ASABRI